ANILIS DAMPAK PEMBANGUNAN DELI PARK PODO MORO
HASIL LAPORAN MINI RESEARCH
TENTANG ANILIS DAMPAK PEMBANGUNAN DELI PARK PODO MORO

DISUSUN OLEH :
ALFI KURNIAWAN
(1803100092)
SEMESTER/KELAS : 3/B
IAP PAGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA
UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
ILMU ADMINISTRASI NEGARA
2020
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kegiatan
pembangunan mutlak perlu dilaksanakan demi terciptanya kehidupan yang lebih
baik dan juga untuk beradaptasi dengan apa yang terjadi di lingkungan sekitar.
Setiap orang tidak dapat terlepas dari kata pembangunan. Semuanya wajib
melaksanakan pembangunan demi bertahan dalam menjalani kehidupan.
Menurut Mohammad Ali, pembangunan merupakan setiap upaya yang dikerjakan secara terencana untuk melaksanakan perubahan yang memiliki tujuan utama untuk memperbaiki dan menaikkan taraf hidup, kesejahteraan, dan kualitas manusia.
Menurut Mohammad Ali, pembangunan merupakan setiap upaya yang dikerjakan secara terencana untuk melaksanakan perubahan yang memiliki tujuan utama untuk memperbaiki dan menaikkan taraf hidup, kesejahteraan, dan kualitas manusia.
Enrique Penalosa berpendapat bahwa
pembangunan mall lebih banyak menyita ruang publik. Menurut beliau kota yang
baik adalah kota yang menyediakan kenyamanan dan kebahagiaan bagi warga yang
mendiaminya. Dan bukan hanya diukur dari sekedar kenaikan pendapatan atau
kemajuan teknologi Warga kota juga bisa nyaman untuk berjalan kaki atau
berkumpul bersama. Dalam konsep teori pembangunan perkotaan, yang seharusnya
menjadi tempat berkumpul warga kota adalah taman atau area terbuka, namun
karena keterbatasan dana dari pemerintah daerah untuk membangun taman baru dan
perawatan taman yang telah ada maka mereka sulit mendapatkan taman atau lahan
yang enak dikunjungi. Warga kota merasakan taman yang tidak terawat,kotor,
kumuh. Ada hal menarik di balik pertumbuhan mall yang meningkat yaitu karena warga
kota kehilangan tempat untuk sekedar berkumpul maka mal-mall jadi satu-satunya
tempat untuk ajang berkumpul dan interaksi antar warga kota.
2. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
dampaknya bagi lingkungan dengan adanya keberadaan Deli Pak Podo Moro?
2.
Bagaimana dampak positif dan negatif dengan adanya keberadaan Deli Park Podo Moro bagi
masyarakat kota Medan ?
3. Tujuan Penelitian
1.
Untuk
mengetahui dampaknya bagi lingkungan dengan adanya keberadaan Deli Park Podo
Moro
2.
Untuk
mengetahui dan menganalilis dampak keberadaan Deli Park Podo Moro bagi
masyarakat kota Medan?
BAB
II
TINJAUAN
MATERI
A. Pengertian Administrasi
Pembangunan
Pengertian
Administrasi Pembangunan adalah segala usaha yang dilakukan oleh suatu negara/
pemerintah dalam rangka untuk bertumbuh, berkembang, dan berubah ke arah suatu
keadaan yang dianggap lebih baik dan kemajuan pada aspek-aspek kehidupan
berbangsa.
Bicara tentang administrasi
pembangunan maka ini akan erat hubungannya dengan upaya dan kegiatan
pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dan semua jajarannya. Selain
pemerintah, upaya pembangunan juga sangat dipengaruhi oleh dunia usaha,
cendikiawan, teoritis, khususnya di bidang ekonomi, dan tentunya masyarakat
secara keseluruhan.
Pengertian Administrasi Pembangunan
menurut Sondang P Siagian adalah suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan
dan perubahan terencana yang dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara
dan pemerintah menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa
(nation-building).
B. Ciri – ciri Administrasi
Pembangunan
Dr. S.P. Siagian disebut sebagai
salah seorang pelopor pembangunan “ Ilmu Administrasi Pembangunan di Indonesia”
lebih lanjut dalam bukunya Administrasi Pembangunan (Bintoro 1974) menyebutkan
bahwa administrasi pembangunan memiliki ciri-ciri yang lebih maju dibandingkan
dengan administrasi negara. Berikut ciri-ciri administasi pembangunan
diantaranya ialah :
1.
Lebih
memberikan perhatian terhadap masyarakat yang berbeda terutama bagi lungkungan
masyarakat negara-negara berkembang.
2.
Mempunyai
peran-peran aktif dan bekepentingan terhadap tujuan-tujuan pembangunan baik
dalam perumusan kebijaksanaan maupun dalam pelaksanaan yang efektif
3.
Berorientasi
pada usaha-usaha yang mendorong perubahan-perubahan kearah keadaan yang lebih
baik untuk suatu masyarakat di masa depan.
4.
Lebih
berpendekatan dengan lingkungan (Ecological Approach) dan bersifat pemecahan
masalah (Problem Solving).
5.
Administrasi
harus mengaitkan diri dengan substansi perumusan kebijakan tujuan-tujuan, yaitu
ekonomi, sosial dan lain-lain.
C. Tujuan dan Fungsi Administrasi Pembangunan
Menurut
Bintoro Tjokroamidjojo, terdapat 4 (empat) fungsi utama administrasi
pembangunan, diantaranya yaitu:
1.
Kepemimpinan
Administratif
2.
Pendayagunaan
Kelembagaan
3.
Pendayagunaan
Kepegawaian
4.
Pendayagunaan
Ketatalaksanaan
Bagi
penyelenggaraan proses pembangunan, dibutuhkan Administrasi Perencanaan dan
Pelaksanaan Pembangunan, hal ini mencakup:
1.
Administrasi
perencanaan dan program pembangunan. Seperti kemampuan dan mekanisme analisis,
serta pembentukan kebijakan pembangunan, sistem perencanaan dan penganggaran.
2.
Administrasi
pembiayaan pembangunan. Seperti penyaluran biaya untuk keperluan berbagai
aktivitas pembangunan yang memiliki sifat berbeda.
3.
Administrasi
program dan proyek pembangunan, termasuk tata cara koordinasinya.
4.
Administrasi
sistem pengawasan dan pengendalian, pengawasan atasan langsung fungsional.
D. Ruang Lingkup Administrasi Pembangunan
Dalam
hal ini, administrasi bagi pembangunan memiliki arti bahwa kegiatan
administrasi dilakukan dari dan untuk pembangunan. Dalam pelaksanaannya, ini
umumnya menggunakan pendekatan manajemen karena akan berhubungan dengan
manajemen pembangunan yang meliputi :
1. Perencanaan
Pembangunan
Perencanaan
pembangunan dibutuhkan karena kebutuhan pembangunan lebih besar daripada sumber
yang tersedia. Dengan begitu, perencanaan pembangunan sangat penting untuk
mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan visi pembangunan. Unsur-unsur
dalam perencanaan ini, diantaranya yaitu:
·
Tujuan
akhir yang dikehendaki,
·
Sasaran
dan prioritas untuk mewujudkannya,
·
Jangka
waktu,
·
Masalah-masalah
yang dihadapi,
·
Modal
atau sumber daya yang akan digunakan,
·
Kebijakan
untuk melaksanakannya
·
Orang,
organisasi, atau badan pelaksananya
·
Mekanisme
pemantauan,evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.
2. Pengerahan
Sumber Daya
Pengerahan
sumber daya diartikan sebagai upaya untuk memobilisasi sumber daya yang
diperlukan untuk menunjang tujuan organisasi.
BAB III
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
1.
Analaisis dampak lingkungan terkait dengan adanya Deli Park Podo Moro
AMDAL
adalah singkatan dari “Analisis Dampak Lingkungan”. AMDAL adalah suatu proses
studi formal yang digunakan untuk memperkirakan dampak terhadap lingkungan oleh
rencana kegiatan proyek yang bertujuan memastikan adanya masalah dampak
lingkungan yang perlu dianalisis pada tahap awal perencanaan dan perancangan proyek
sebagai bahan pertimbangan pembuat keputusan.
Menurut
PP No. 27 Tahun 1999, pengertian AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan
penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang
direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan
keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.
Menurut
saya, Deli Park Podo Moro masih belum bisa menerima izin AMDAL, karna dari yang
saya ketahui manfaat dari AMDAL tersebut diantaranya ialah mencegah dari pencemaran dan kerusakan
lingkungan, menghindarkan konflik dari masyarakat, dan lain sebagainya. Dari
manfaat-manfaat tersebut Deli Park Podo Moro masih belum membawa manfaat atau
dampak yang positif bagi lingkungan, contohnya dalam pembangunan Deli Park Podo
Moro menimbulkan efek limbah yang cukup besar, Selain itu Pembangunan Podomoro
juga dapat menambah kemacetan Kota Medan.
Dimana pembangunannya tepat ditengah-tengah jalan kota, sehingga aktifitas
terkonsentrasi di satu titik, dimana berkumpulnya orang banyak. Sehingga
berpeluang menambah tingkat kemacetan di Kota Medan.
2.
Dampak positif dan negatif dengan adanya
keberadaan Deli Park Podo Moro bagi masyarakat
kota Medan
Adanya
pembangunan Deli Park Podo Moro juga membawa dampak postif bagi masyarakat kota
medan, contohnya seperti Podomoro
menjadi simbol pertumbuhan ekonomi, Menyerap banyak tenaga kerja dan dapat
menambah pendapatan asli daerah Selain itu, juga menjadi simbol pembangunan
yang berkelanjutan di Kota Medan. Kehadiran Podomoro sekaligus menjadi
kebanggaan Kota Medan sebagai kota metropolitan.
Namun
Pembangunan tersebut juga memiliki sisi negatifnya, contohnya seperti Pembangunannya
tepat ditengah-tengah jalan kota, sehingga aktifitas terkonsentrasi di satu
titik, dimana berkumpulnya orang banyak. Sehingga berpeluang menambah tingkat
kemacetan di Kota Medan. Dampak negatif dari Podo Moro juga mempengaruhi
berkurangnya jumlah pembeli di pasar tradisional sehingga mengakibatkan
berkurangnya omset pedagang pasar tersebut.
BAB IV
PENUTUP
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dalam merencanakan sebuah pembangunan
diperlukan izin dari Pemerintah, izin tersebut berlaku jika semua persyaratan
telah disetujui oleh pemerintah, Izin Lingkungan dapat diajukan melalui
pemeriksaan UKL-UPL atau penilaian Amdal sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup Nomor 5 tahun 2012 tentang Kegiatan Wajib Amdal. Dari hasis
analisis saya, Deli Pak Podo Moro belum sesuai dengan penilaian AMDAL sesuai
ketentuan yang telah ditetapkan. Karna banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan
dari pembangunan tersebut contohnya seperti limbah yang dihasilkan dari
pembangunan tersebut, lokasi pembangunan yang berada ditengah kota, yang
menyebabkan meningkatnya tingkat kemacetan serta menurunnya omset pedagang
pasar tradisional.
2. Saran
1.
Pemerintah
harus lebih tegas dalam memberikan izin bagi pihak-pihak yang mengajukan
perizinan serta harus lebih teliti dalam melakukan pemeriksaan UKL-UPL atau
penilaian amdal sesuai dalam peraturan Mentri Lingkungan Hidup dalam UU No.5
Tahun 2012.
2.
Perlunya
melakukan pembenahan pasar tradisional baik secara fisik maupun tata pengelolaan pasar. Pembenahan pasar
tradisional seringkali hanya sebatas
pembenahan fisik bangunan dengan merenovasi bangunan pasar atau
membangun pasar baru. Pembangunan atau renovasi bangunan pasar tidak
otomatis mampu mewujudkan pasar
tradisional yang nyaman, bersih,
dan memberi pendapatan yang lebih baik bagi pedagang maupun pemerintah daerah
dalam jangka panjang. Namun, yang
lebih penting adalah melakukan
pembenahan dalam pengelolaan pasar
untuk terwujudnya pasar tradisional
yang digemari masyarakat. Pasar
tradisional perlu dilestarikan, karena selain
merupakan ekonomi riil bagi rakyat Indonesia tetapi juga
merupakan cerminan dari demokrasi dan kearifan budaya lokal.
Komentar
Posting Komentar