Kepemimpinan Publik- Pengaruh budaya atas perilaku organisasi


MAKALAH
Pengaruh Budaya Atas Perilaku Organisasi
Disusun untuk memenuhi Tugas Kepemimpinan Publik
Asuhan Agung Saputra



                                                                                                      




ALFI KURNIAWAN
1803100092
3B IAP PAGI



ILMU ADMINISTRASI PUBLIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
A.     Pendahuluan

banyaknya seseorang akan pindah dari  satu tingkatan ke tingkat selanjutnya seperti halnya dari pendidikan tingkat SD/SMP/SMA yang berbeda-beda. Dan sudah pasti akan mengalami perbedaan pengalaman dan lingkungan yang berbeda. Mencoba untuk menyesuaikan lingkungan yang baru, banyak belajar hal-hal baru, dan mendapatkan nilai- nilai belajar baru yang sudah jelas melibatkan moral, kebiasaan, norma-norma, dan agama serta memproses informasi dalam jalan baru. Walaupun beradaptasi itu sulit, tetapi akan lebih mudah jika mempelajari tentang budaya organisasi.

B.     Budaya Organisasi
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi lainnya. Jika seseorang memasuki pendidikan baru seperti kampus baru, sekolah baru, teman baru serta lingkungan baru mempunyai suatu kepribadian yang berbeda.
1.       Gambaran Budaya Organisasi
Disamping menjadi konsep penting, budaya organisasi sebagai sebuah perspektif dari yang untuk memahami perilaku individu dan kelompok didalam organisasi mempunyai pembatasannya. Pertama, bukan satu- satunya cara untuk memandang organisasi. Kita telah membahas pandangan dan tujuan sistem yang sama sekali tanpa menyebutkan budaya. Kedua, seperti sangat banyak konsep, budaya organisasi tidaklah menggambarkan cara yang sama oleh dua ahli teori manapun atau peneliti. Sebagian dari defenisi budaya menguraikannya sebagai :
a.       Lambang, Bahasa dan Ideologi
1.      Gambar Matahari;                                    
2.      Perkataan “Muhammadiyah” dalam tulisan Arab;
3.      Dua Kalimat Syahadat dalam tulisan Arab;
4.      Lukisan Padi dan Kapas;
5. Kalimat Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang membentuk lingkaran;
6.      Lingkaran segi lima.



Arti dan lambang sebagaimana tersebut di atas adalah :
·         Matahari : Benda angkasa luar ciptaan Allah SWT, sinarnya sangat berguna bagi kehidupan semua makhluk-Nya. Persyarikatan Muhammadiyah menggambarkan gerak dan manfaatnya bagaikan matahari dengan sinarnya yang selalu memberikan manfaat bagi hidup dan kehidupan manusia.
·         Perkataan “Muhammadiyah” dalam tulisan Arab adalah nama Persyarikatan Muhammadiyah.
·         Dua Kalimat Syahadat dalam tulisan Arab : bermakna penyaksian bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali Allah SWT dan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Keyakinan ini merupakan aqidah yang paling hakiki bagi setiap muslim. Dengan demikian Persyarikatan Muhammadiyah menyeru kepada ummat manusia agar dengan sadar memeluk agama Islam dan menjadi penolong serta penegak Islam.
·         Lukisan Padi dan Kapas : terdiri dari 19 dan 12 tangkai, gabungan keduanya menunjukkan tahun berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah di Indonesia yang juga berarti lambang kemakmuran dan kesejahteraan yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia.
·         Kalimat Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara : lembaga pendidikan tinggi dalam Persyarikatan Muhammadiyah yang berkedudukan di Sumatera Utara.
·         Lingkaran segi lima : simbol dalam Falsafah Pancasila

Bahasa
Didalam UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATRA UTARA sendiri menggunakan Bahasa Indonesia.
Ideologi,
Menjadi mahasiswa baru sangat rentan dan adaptif terhadap konten-konten media sosial. Pembekalan pada PKKMB UMSU sangat strategis dalam memberikan literasi kepada kaum milenial untuk pandai mengambil sikap terhadap informasi yang terbuka dan masif dari media. Ideologi baru yang menggunakan kemajuan iptek sangat masif menciptakan konten dan mahasiswa menjadi target untuk menyebarkan pemahaman mereka.
b.      Catatan orgnisasi diperoleh dari catatan pribadi yang menyangkut organisasi pendiri atau pemimipin
 Pemimpin (Rektor) umsu adalah Dr. Agussani, M.AP., yang sudah pasti telah mengembangkan dan membangun kualitas belajar umsu menjadi lebih baik, karena setiap pemimpin mempunyai visi dan misi yang baik. Sebagai Rektor, Dr. Agussani, M.AP juga berinisiatif untuk membangun kampus terpadu. Hal ini sejalan dengan visi UMSU tahun 2033 menjadi universitas berkelas internasional. Selain membeli lahan kampus terpadu, guna mewujudkan UMSU go internasional, didirikanlah Kantor Urusan Internasional guna membangun jejaring dengan mitra universitas di luar negeri
c.       Historis
            Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara disingkat UMSU, adalah amal usaha dibawah persyarikatan Muhammadiyah yang berasas Islam dan bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah didirikan di Medan pada tanggal 27 Februari 1957 yang berkedudukan di kota Medan Propinsi Sumatera Utara. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, didirikan atas prakarsa beberapa tokoh ulama Muhammadiyah, diantaranya, H. M. Bustami Ibrahim, D. Diyar Karim, Rustam Thayib, M. Nur Haitami, Kadiruddin Pasaribu, Dr. Darwis Datuk Batu Besar, H. Syaiful U.A, Abdul Mu’thi dan Baharuddin Latif 

2.      Defenisi Budaya Organisasi
Budaya organisasi adalah apa yang mahasiswa/I rasakan dan bagaimana persepsi ini menciptakan suatu pola teladan kepercayaan, nilai-nilai, dan harapan. Budaya merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh suatu kelompok yang menandakan bahwa kebiasaan yang mereka lakukan itu merupakan suatu ciri khas dari suatu kelompok tertentu. Seperti halnya budaya organisasi yang ada di UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATRA UTARA memiliki budaya organisasi yang berbeda-beda pada setiap organisasiny. Contohnya seperti HMJ dan IMM yang ada diumsu. Masing-masing organsasi tersebut memiliki budaya organisasi yang mencerminkan bidang pada organisasi tersebut. Begitu juga pada organisasi-organisai dan UKM yang ada di UMSU yang memiliki budaya organisasi sesuai dengan organisasi yang ada.

3.      Budaya Organisasi dan Sistem Nilai Kemasyarakatan
Nilai-nilai adalah yang sadar, hasrat afektif atau keinginan orang yang memandu perilaku mereka. Nilai-nilai pribadi individu memandu perilaku sekali-kali pekerjaan. Jika seseorang menentukan satuan nilai-nilai penting, itu akan memandu orang dan juga mempromosikan perilaku konsisten ke seberang situsi.
Nilai-nilai adalah suatu gagasan masyarakat tentang apa yang benar atau yang salah seperti kepercayaan yang melukai seseorang secara fisik yang tidak bermoral.

4.      Budaya Organisasi dan Efeknya
a.       Mengembangkan sistem nilai yang menjadi rujukan bersama.
b.      Mengembangkan komunikasi informal antar pemimpin, antar dosen, dan antara pemimpin dengan komunitas kampus dalam rangka persamaan nilai-nilai yang dirujuk bersama.
c.     Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan simbiolik yang mencerminkan prestasi, kedisiplinan, pengabdian, keteladanan, kebersamaan, dan lain-lain.
d.     Membangun simbol-simbol budaya kualitas.


5.      Menciptakan Budaya Organisasi
Menciptakan budaya organisasi adalah dengan upaya penanaman nilai-nilai budaya dalam manajemen atau administrasi. Menciptakan budaya organisasi merupakan suatu proses yang dilakukan melalui tingkatan-tingkatan tertentu. Tidaak serta-merta langsung memiliki budaya pada suatu organisasi. Walaupun sebelumnya budaya organisasi tersebut telah diciptakan oleh pemimpin atau orang-orang yang ada di organisasi tersebut sebelumnya.
Para pendiri organisasi memiliki peran penting dalam menciptakan budaya orgnisasi dalam sebuah organisasi tertentu. Mereka meiliki visi-misi tentang bagaimana bentuk organisasi yang seharusnya begitu pula pada organisasi yang ada di UMSU seperti IMM, HMJ, dan sebaginya. Tentunya pendiri IMM dan HMJ memiliki visi-misi sendiri untuk membangun organisasi masing-masing.

6.      Pengaruh Perubahan Budaya
Ini suatu jumlah terbatas atas penelitian pada perubahan budaya. Budaya menjadi sangat terabaikan dan menyembunyikan bahwa mereka tidak bisa cukup didiagnosa, mengatur, atau mengubah. Karena itu mengambil teknik sulit, keterampilan jarang, dan waktu yang pantas perlu dipertimbangkan untuk memahami suatu budaya dan kemudian diperlukan tambahan waktu untuk mengubah itu,usaha sengaja pada perubahan budaya tidak praktis. Budaya dapat mendukung orang- orang pada seluruh periode kesukaran untuk menghindari ketertarikan. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan menyediakan stabilitas dan kesinambungan. Seperti itu, orang – orang akan secara alami membalas perubahan kepada suatu budaya baru.
Kampus merupakan tempat pengembangan diri yang memberikan perubahan pikiran, sikap, dan pencerahan, tempat mahasiswa lahir menjadi kaum pemikir bebas yang tercerah. Dengan sifat keintelektual dan idealismenya mahasiswa lahir dan tumbuh menjadi entitas (model) yang memiliki paradigma ilmiah dalam memandang persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan. Ciri dan gaya mahasiswa terletak pada ide atau gagasan yang luhur dalam menawarkan solusi atas persoalan-persoalan yang ada. Pijakan ini menjadi sangat relevan dengan nuansa kampus yang mengutamakan ilmu dalam memahami substansi dan pokok persoalan apapun. Dengan kata lain, kampus merupakan laboratorium besar tempat melahirkan beragam ide, pemikiran, pengembangan wawasan yang kemudian diwujudkan dalam bentuk peranan sosial individu mahasiswa tersebut dalam kehidupan kemasyarakatan sebagai bentuk pengabdian masyarakat





C.     Sosialisasi dan Budaya
1.      Defenisi Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses dimana organisasi membawa seseorang kedalam budaya. Dalam kaitannya dengan budaya, ada suatu pengiriman berharga, asumsi, dan sikap dari yang lebih tua kepada seseorang yang lebih baru.
Proses sosialisasi berjalan terus sepanjang karir individu. Sosialisasi adalah paling penting ketika individu pertama kali mengambil suatu pekerjaan berbeda didalam organisasi yang sama. Proses sosialisasi terjadi sepanjang berbagai langkah­- langkah karier, tetapi individu akan lebih kesadarannya ketika mereka mengubah pekerjaan atau organisasi perubahan.

2.        Langkah- langkah Sosialisasi
Tahapan persiapan : Dialami sejak manusia dilahirkan Maksudnya seseorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru.
Tahapan meniru : Ditandai dengan semakin cocok atau tepat seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa orang tuanya, saudaranya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu.
Tahapan Bertindak : Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama.
Tahapan Penerima : Seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada masyarakat secara laus.. Dia dapat bertenggang rasa, tidak hanya dengan orang yang berinteraksi dengannya, tetapi juga dengan masyarakat secara luas.
Tahapan Sosialisasi Antisipasi :melibatkan semua aktivitas individu agar melakukan sebelum memasuki organisasi atau untuk mengambil suatu kegiatan  berbeda di dalam organisasi yang sama
Tahapan Akomodasi : sosialisasi terjadi setelah individu menjadi suatu anggota organsisasi, setelah ia atau dia mengambil kegiatan itu.
Tahapan Peran Manajemen : berlawanan dengan langkah pemondokan, yang memaksa tiap individu untuk melakukan penyesuaian ke harapan dan permintaan kelompok kerja secara segera, langkah peran manajemen menerima sesuatu lebih luas dari pada satuan permasalahan dan isu.




3.       Karakteristik Sosialisasi Efektif
Berbagai individu mengalami proses sosialisasi yang berbeda satu sama lain. Proses bertukar-tukar di luar organisasi ke organisasi atau dengan organisasi yang sama.
a.       Sosialisasi merupakan suatu proses yang bersifat aktif
b.      Berwujud proses belajar dan penyesuaian diri
c.   Sosialisasi berlangsung secara bertahap, perlahan tetapi pasti, dan berkesinambungan
d.    Melalui sosialisasi, individu akan dapat menyesuaikan perilaku yang diharapkan dan dianggap baik oleh masyarakat. Individu juga dapat mengenal dirinya dan mengembangkan segala kemampuannya dalam lingkungan sosial.

4.      Sosialisasi Mengantisipasi Efektivitas
Aktivitas utama organisasi sepanjang langkah yang pertama sosialisasi adalah program penempatan pemilihan dan perekrutan. Jika melalui program itu dapat menjadikan setiap calon semakin efektif, maka dalam organisasi akan mengalami atau merasa sama dan sebangun dan kenyataannya. Pada gilirannya, harapan tentang pekerjaan akan sama dan sebangun serta realistis

5.      Manajemen Peran dalam Sosialisasi yang Efektif
Organisasi yang berjalan secara efektif berhadapan dengan konflik yang berhuubungan dengan langkah manajemen peran yang mampu mengenali dampak, seperti konflik pada kepuasan kerja dan rotasi anggota. Sungguh motivasi dan kinerja tinggi tidak mungkin dihubungkan dengan aktivitass sosialisasi, perputaran dan kepuasan kerja.
Adanya manajemen peran ini tidak menjamin anggota dapat memecahkan atau mengatasi konflik sendiri, tidak mboleh menghindarkan peran iman yang kuat serta usaha yang sungguh-sungguh dan ikhlas serta tulus merupakan kunci utama dalam meraih sukses.

6.        Sosialisasi dan Penasihat
Tugas penasihat adalah mendidik dan memandu junior. Dalam organisasi pekerjaan seorang penasihat dapat menyediakan kerangka kerja, persahabatan, sponsor, dan peran yang memperagakan kepada seseorang yang lebih muda.

7.       Kemampuan Manajemen untuk Berperan Besar pada Keanekaragaman
para manejer harus belajar sosilisasi jauh lebih lekat dan disertai campur tangan sedemikian rupa sehingga manfaat yang maksimum dengn menggunakan suatu kekuatan anggota yang berbeda. Beberapa isu nyata para pemimpin tentang kekuatan anggota secara etnis berbeda untuk mempertimbangkan dalam
a.       Mengatasi anggota dalam ketidakramahan dalam berbicara
b.      Pelatihan ditingkatkan untuk anggota
c.       Budaya pelatihan kesadaran untuk anggota
d.      Pelajaran harga-menghargai antar kelompok yang berbeda
e.      Mengembangkan program pengembangan yang cocok sesuai dengan keterampilan dan kebutuhan.

8.      Sosialisasi Sebagai Suatu Strategi Pengintegrasian
Isi organisasi dari strategi sosialisasi adalah kebijakan dan praktik yang tampak di banyak orang. Pengintegrasian organisasi dicapai terutama semata dengan membariskan dan mengitegrasikan tujuan individu dan sasaran hasil organisasi semakin besar semakin sama antara sasaran hasil organisasi dan gol individu semakin besar pengintegrasian. Pengintegrasian organisasi dicapai terutama semata dengan membariskan dan mengintegrasikan tujuan individu dengan sasaran hasil organisasi. Semakin besar semakin sama Antara sasaran hasil organisasi dan gol individu, semakin bessar pengintegrasian. Proses sosialisasi mencapai organisasi pada hakikatnya melepaskan individual sebelumnya memegang tujuan dan orang-orang baru menciptakan yang datang semakin dekat bagi yang dihargai oleh organisasi.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Administrasi Pembangungan

Administrasi Pembangunan