Kepemimpinan Publik
DINAMIKA FUNGSI KEPEMIMPINAN PUBLIK
Dinamika diartikan sebagai gerak atau kekuatan yang dimiliki sekumpulan orang yang ada di masyarakat yang dapat yang dapat menimbulkan perubahan dalam tata hidup ,asyarakat yang bersangkutan. Jad dapat dikatakan bahwa dinamika kepemimpinan dapat berubah dan berkembang sesuai dengan situasi kehidupan manusia yang bersifat dinamis.
➤ Tatanan Dalam Mayarakat yaitu :
- Interaksi
- Komunikasi
- Sosial
- Norma atau aturan
Terdapat tiga faktor yang dapat mempengaruhi Dinamika Kepemimpinan yaitu :
1. Hubungan Manusiawi dalam Kepemimpinan
Kepemimpinan memerlukan bentuk hubunga manusiawi yang efekrif, artinya hubungan manusiawidalam kepemimpinan adalah acara seorang pemimpin dalm memperlakukan orang yang dipimpinnya, yang akan memberikan tanggapan berupa kegiatan - kegiatan yang menunjang
atau tidak bagi pencapaian tujuan kelompok/organisasinya.
menciptakan hubungan manusia yang efektif merupakan alat dalam kepemimpinan. Hubungan itu harus dipelihara, dikembangkan dan dibina, untuk itu perlu diperjelas lebih dahulu pengertian kedua bentuk hubungan manusiawi yaitu :
a. Hubungan Manusiawi yang efektif (positif)
Yaitu komunikasi dan perlakuan yang menimbulkan rasa senang dan puas antar kedua pihak. Kondisi seperti ini akan menimbulkan rasa ikut memiliki (sense of belonging), rasa ikut bertanggung jawab (sense of responsibility) dan adanya kemauan untuk ikut berpartisipasi (sense of participation), baik pada orang - orang yang dipimpin maupun para pemimpin unit masing - masing .
b. Hubungan Manusiawi yang tidak efektif (negatif)
Yaitu komunikasi dan perlakuan yang menimbulkan perasaan tidak senang, tidak puas, dan saling menolak antara kedua pihak.
Fungsi pokok pemimpin yaitu : Fungsi intruksi, fugsi konsultasi, fungsi partisipasi, dan fungsi delegasi. Dengan demikian, hbungan manusia yang efektif, merupakan faktor yang penting dalam mewujudkan dinamika kepemimpinan. Pemimpin memperoleh kesempatan untuk menyerap segala sesuatu yang baik, untuk dipergunakannya dalam mengembangkan dan memajukan organisasinya, dan orang yang dipimpin memperoleh kesempatan untuk menyampaikan segala sesuatu yang baik termasuk kritik - kritik pada pimpinannya sehingga akan ikut berfungsi dalam memajukan dan mengembangkan organisasi yang sama. Dalam keadaan seperti itu berarti kepemimpinan akan berjalan secara dinamis.
2. Proses Pengambilan Keputusan
Keputusan dari seorang pemimpin tidak datang secara tiba - tiba, tetapi melalui suatu proses. Pengambilan keputusan yang akan diwujudkan menjadi kegiatan kelompok merupakan hak dan kewajiban (tanggung jawab) pucuk pimpinan berupa wewenang itu dapat dilimpahkan.
Pengambilan keputusan oleh seorang pemimpin yang bersifat apriori selalu melalui proses, baik yang berlangsung dalam pikiran maupun dalam kegiatan operasional pemecahan masalah. Proses pengambilan keputusan itu berlangsung dengan tahapan sebagai berikut :
a. menghimpun data melalui pencatatan dan bahkan mungkin berupa kegiatan penelitian
b. melakukan analisis data
c. menetapkan keputusan yang ditempuh
d. mengoperasionalkan keputusan menjasi kegiatan atau tindakan
e. selama berlangsungnay kegiatan sebagai pelaksanaan keputusan akan diperoleh data operasional baru.
Proses pengambilan keputusan seperti diuaraikan di atas telah menggambarkan bahwa dinamika kelompok sangat tergantung pada kepitusan - keputusan yang ditetapkan.
3. Pengendalian dalam Kepemimpinan
Tujuan pokok kegiatan pengendalian dalam kepemimpinan adalah untuk memperoleh tanggapan berupa kesediaan mewujudkan perogram kerja dari para anggota organisasi. Pemimpin menjalin hubungan kerja yang efektif melalui kerja sama dengan orang - ornag yang dipimpinnya. Kepemimpinan yang efektif seperti di atas dapat terlaksanasecara dinamis, karena kemampuan pucuk pimpinan dalam mengambil dan menetapkan kepitusan - keputusan yang selalu dirasakan sebagai keputusan bersama.
Rapat - rapat sebagai kegiatan pengendalian dalam kepemimpinan, dapat diselenggarakan untuk beberapa tujuan, antara lain :
a. Untuk mengumpulkan informasi, pemikiran, pendapat dalam melaksanakan program kerja organisasi.
b. Untuk mengevaluasi program kerja organisasi
c. Untuk memcahkan masalah - masalah bersama.
d. Untuk menyampaikan informasi, instruksi, dan memberikan bimbingan serta arahan
e. Untuk berdiskusi, bertanya jawab, menghimpun umpan balik (feedback) dan memberikan penjelasan - penjelasan, guna mengurangi dan menghindari jurang kmunikasi (communication gap) anatar pemimpin dan anggota organisasi.
Dari uraian diatas jelas bahwa pengendalian dalam kepemimpinan, di stu pihak bermaksud memelihara norma - norma atau kepribadian atau kode etik organisasi yang mampu mengatur dan menggerakkan anggota pada tujuan yang hendak dicapai.
Komentar
Posting Komentar