Kepemimpinan Publik - Kaderisasi dan Kualitas Kepemimpinan
KADERISASI dan KUALITAS KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan mengacu pada suatu proses untuk menggerakkan sekumpulan manusia menuju ke suatu tujuan yang telah ditetapkan dengan mendorong mereka bertindak dengan cara tidak memaksa.
Kader diartikan sebagai seseorang yang diharapkan akan memegang jabatan atau pekerjaan penting di pemerintahan, partai dan lain-lain. Mengapa kaderisasi diperlukan? Karena semua manusia termasuk yang sekarang menjadi pemimpin, suatu saat pasti mengakhiri kepemimpinannya, baik dikehendaki maupun tidak.
1. Kaderisasi Informal
Kaderisasi disebut juga proses pendidikan termasuk proses belajar disekolah, peluang yang diberikan oleh orang tua dan faktor lainnya. Kepribadian positif harus dipupuk sejak dini, dan seumur hidup. Dari proses tersebut seorang dapat mengubah aspek-aspek negatif dalam dirinya.
Dalam Kaderisasi informal terdapat beberapa indikator kelebihan calon pemimpin yang berkepribadian positif dalam merebut kepemimpinan yang dilakukannya secara gigih berdasarkan prestasi dan dedikasi pada sebuah organisasi, memiliki sifat baik dan sikap pasrah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, generasi terdahulu dan sekarang ini yanh sedang dalam proses kaderisasi harus sama-sama aktif mengerjakan segala sesuatu yang baik dan bermanfaat guna menghasilkan calon-calon pemimpin yang berkualitas. Dengan demikian, perilaku yang menggambarkan akhlak atau kepribadian pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya dan bagaimana cara hidupnya, ternyata sangat besar pengaruhnya bagi proses kaderisasi informal.
2. Kaderisasi Formal
Perkataan formak menunjukkan bahwa usaha mempersiapkan seseorang sebagai calon pemimpin dilakukan secara berencana, teratur dan tertib. Usaha itu bahkan dapat diselenggarakan secara melembaga, sehingga makin jelas sifat formalnya.
Kaderisasi tersebut memiliki nilai positif karena mempunyai daya dorong bagi peningkatan prestasi melalui kompetisi atau persaingan sehat yang jujur dan sportif.
Usaha Kaderisasi intern yang besifat normal, dapat ditempuh dengan beberapa cara sebagai berikut :
a. Memberi kesempatan menduduki jabatan pemimpin pembantu
b. Latihan kepemimpinan dalam suatu organisasi
c. Memberikan tugas belajar
d. Penugasan sebagau pucuk pimpinan suatu unit
Kaderisasi kepemimpinan secara formal dan bersifat ekstern dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Menyeleksi sejumlah generasi muda lulusan lembaga pendidikan jenis dan jenjang tertentu, untuk diangkat sebagai pemimpin suatu unit yang sesuai atau ditugaskan magang sebelum memimpin suatu unit.
b. Menyeleksi sejumlah generasi muda lulusan lembaga pendidikan jenis dan jenjang tertentu, kemudian ditugaskan belajar pada lembaga pendidikan yang lebih tinggi. Tugas belajar itu dilakukan dengan memberikan ikatan dinas atau beasiswa atau karyawan yang mendapat penghasilan, walaupun tidak dipekerjakan.
c. Memesan sejumlah generasi formal dari lembaga pendidikan formal dengan program khusus, sesuai dengan bidang yang dikelola organisasi pemesan. Pemesan mendapatkan syarat-syarat tertentu, misalnya syarat diatas nilai rata-rata.
d. Menerima sejumlah generasi muda dari suatu lembaga pendidikan untuk melakukan kerja praktik dilingkungan organisasi. Dari pengamatan bila ditemukan generasi muda yang dinilai memenuhi persyaratan untuk dikaderkan menjadi pemimpin.
e. Memberikan beasiswa kepada anak-anak yatim piatu atau yang orang tuanya tidak mampu sebagai siswa atau mahasiswa yang berprestasi dilingkungan sekolah atau perguruan tinggi.
Komentar
Posting Komentar