KEPEMIMPINAN PUBLIK
1. Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi proses interaksi melalui pembicaraan ataupun prilaku orang lain. Adapun Rogers mengatakan bahwa "kepemimpinan adalah kemampuan bertindak dan berkomunikasi untuk mempengaruhi orang lain sesuai dengan jalan yang diinginkan untuk tujuan yang telah ditetapkan".
2. Ciri-Ciri Kepemimpinan
Jarkkovich dalam Mangkunegara (2001:34)
Menentukan ada delapan ciri-ciri kepemimpinan yaitu:
1. Kesehatan yang memadai, kekuatan pribadi dan ketahanan fisik.
2. Memahami tugas pokok, komitmen peribadi dan memiliki kepercayaan diri.
3. Memiliki perhatian kepada orang lain dan ramah.
4. Mampu memengaruhi orang lain untuk menerima putusannya.
5. Memahami kewajiban moral dan kejujuran.
6. Kemampuan tanggap untuk memahami unsur dari informasi.
7. Bersikap kritis.
8. Memiliki kesetiaan kepada orang yang bekerja dengannya.
3. Teori Kepemimpinan
• Teori Sifat
Teori ini mengatakan bahwa pemimpin harus lebih besar dan cerdas daripada
yang dipimpin. Menyadari hal tersebut Davis dalam Thoha (1983:33)
merumuskan empat sifat yang tampaknya berpengaruh terhadap keberhasilan
kepemimpinan organisasi, sifat tersebut yaitu :
a. Kecerdasan
Hasil penelitian membuktikan bahwa pemimpin lebih memiliki tingkat
kecerdasan lebih tinggi daripada yang dipimpin. Dengan demikian,
pemimpin tak bisa terlalu melampaui terlalu banyak dari kecerdasan
pengikutnya.
b. Kedewasaan dan keleluasaan hubungan sosial
Pemimpin cenderung menjadi matang dan mempunyai emosi yang stabil,
karena memiliki perhatian yang luas terhadap aktivitas-aktivitas sosial.Dia
memiliki keinginan menghargai dan dihargai.
c. Motivasi diri dan dorongan berprestasi
Para pemimpin secara relatif mempunyai dorongan motivasi yang kuat untuk
berprestasi. Mereka bekerja, berusaha mendapatkan penghargaan intrinstik
daripada ekstrinstik.
d. Sikap-sikap hubungan kemanusiaan
Pemimpin yang berhasil mau mengakui harga diri dan kehormatan para
pengikutnya dan mampu berpihak kepadanya.
• Teori Kelompok
Teori kelompok dalam kepemimpinan ini beranggapan bahwa agar kelompok
bisa mencapai tujuan-tujuannya, harus terdapat suatu pertukaran yang positif di
antara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. Dengan kata lain, para bawahan
dapat mempengaruhi pemimpin dengan perilakunya (Thoha,1983:34).
• Teori Situasional dan Model Kontingensi
Fiedler dalam Thoha (1983:36) mengemukakan terdapat dua pengukuran saling
bergantian dan ada hubungannya dengan kepemimpinan yaitu :
a. Hubungan kemanusiaan yang lunak, dihubungkan pemimpin yang tidak
melihat perbedaan yang besar di antara teman kerja yang paling banyak dan
paling sedikit disukai atau memberikan suatu gambaran yang relatif
menyenangkan kepada teman kerja yang paling sedikit disenangi.
b. Gaya yang berorientasi tugas dihubungkan dengan pemimpin yang melihat
suatu perbedaan besar di antara teman kerja yang paling banyak dan paling
sedikit disenangi dan memberikan suatu gambaran yang paling tidak
menyenangkan pada teman kerja yang paling sedikit diskusi.
Komentar
Posting Komentar